Categories
Teknologi

Membangun Jaringan Digital dan Mancanegara Bagian 2

Sehingga PT Indosat pun tidak begitu bergairah, kecuali kalau nanti digelar di spektrum 1800 mhz yang kalau digabung bisa mencapai di atas 150 mbps. Di 3G, PT Indosat mengklaim sudah mampu melepaskan 42 mbps (mega byte per detik) untuk pengguna 3G, sementara penggelaran LTE hanya 5 mhz di spektrum 900 mhz hanya akan mampu mencapai kecepatan data sekitar 35 mhz.

Selain membangun pusatpusat pelayanan Kartu As di beberapa negara yang banyak tenaga kerja Indonesia-nya semisal Malaysia dan Hongkong, PT Telkom juga ikut membangun jaringan kabel laut yang menghubungkan Indonesia dengan pantai barat Amerika, bergabung dengan SEA-US (South East Asia – United States). Masih lewat PT Telin (Telkom International), BUMN ini juga merambah ke Australia, Timor Leste, Mauritius dan Singapura.

Categories
Teknologi

Membangun Jaringan Digital dan Mancanegara

Teknorus.com – Sama dengan umumnya pejabat baru, Alex J Sinaga juga mengatakan apa yang telah dicapai direksi sebelumnya tetap berjalan dan diteruskan, sehingga target perusahaan tercapai, yaitu menjadi referensi perusahaan yang baik di Indonesia dan disegani di tingkat regional. Selain jaya di Indonesia dengan jumlah pelanggan dan pendapatan terbesar (Rp67 triliun) di antara operator telko, PT Telkom juga sudah merambah regional dengan melakukan pemasaran produk Telkomsel, bekerja sama atau mengakuisisi usaha-usaha sejenis.

Baca juga : Gambar keren

PT Telkomsel yang sudah menjadi terkuat akan makin dikuatkan lewat sinergi bisnis di antara anggota Kelompok Telkom, pencapaian layanan digital yang merata lewat Indonesia Digital Netwrok (IDN) dan ekspansi internasional yang dilanjutkan. Sejalan dengan Rencana Pita Lebar Indonsia, RPI, PT Telkom akan mengembangkan jaringan digital dengan memperluas penetrasi prasarana pita lebar.

Salah satu yang sedang dilakukan PT Telkom adalah pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring, yang semula diminati banyak perusahaan, tetapi makin lama makin berkurang dan akhirnya hanya dikerjakan oleh PT Telkom sendiri. Jika Palapa Ring selesai, PT Telkom akan mengalahkan PT XL Axiata dalam pemilikan jaringan serat optik dengan panjang jaringan lebih dari 50.000 kilometer, sementara XL Axiata memiliki sekitar 30.000 kilometer yang lebih ditujukan untuk layanan selulernya, namun sebagian juga disewakan.

Serat optik mempunyai banyak kelebihan, selain kapasitasnya ratusan ribu kali dibanding jaringan kabel tembaga, juga sangat dibutuhkan dalam penggelaran layanan seluler generasi keempat (4G) atau LTE. Tanpa jaringan serat optik, biaya operasi (opex – operation expenditure) LTE akan lebih mahal selain mutunya kurang bagus.

Dengan jaringan serat optik kemampuan layanan LTE sekitar empat kali lebih bagus tetapi empat kali lebih murah dibanding menggelar layanan 3G. Karenanya tarif LTE akan jauh lebih murah dibanding tarif 3G secara unit kilobyte, namun karena LTE disebarkan kepada pelanggan secara curah dalam unit besar, tarif akhirnya akan lebih mahal sedikit. Di sisi lain penggelaran LTE di spektrum 900 mhz hanya selebar 5 mhz tidak akan beda banyak dengan kemampuan 3G.