Agen Umroh My Jannah Dilaporkan Penipuan

Biro umrah dan haji PT Rifa Jannah Wisata alias My Jannah dilaporkan oleh puluhan calon anggota jemaahnya atas tuduhan penipuan. Agen perjalanan yang berkantor di Jalan Pangeran Antasari Nomor 25C, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, tersebut didirikan oleh pasang an Gery Rama Mahfian dan Farah Diba Panigoro.

Polda Metro jaya menerima dua laporan tentang kasus dugaan penipuan sekitar Rp 588 juta ini. Laporan pertama disampaikan oleh Helwiah Umniyati pada 9 Agustus 2018. Sedangkan laporan kedua tiba di meja bagian pengaduan pada 28 Agustus 2018 yang dibuat oleh Indah Puspitasari atas nama 12 calon anggota jemaah. Salah satu pelapor yang mengaku ditipu, bernama Syarah Choirul Bariyah, misalnya, bercerita bahwa My Jannah telah enam kali menunda keberangkatan ibunya beribadah umrah.

Ia menduga My Jannah menipu, karena hingga saat ini ibunya belum juga berangkat ke Tanah Suci padahal telah melunasi biaya Rp 30 juta. Menurut Syarah, ketika pembatalan ketiga, tidak ada ucapan maaf ataupun informasi pengunduran dari My Jannah. Dia yang berinisiatif menanyakan realisasi ibadah umrah ibunya. “Menurut saya, itu sudah mulai penggelapan,” ujarnya kepada wartawan, dua hari lalu.

Komisaris atau pemilik biro umrah dan haji PT Rifa Jannah Wisata alias My Jannah, Farah Diba, membantah telah menipu puluhan calon anggota jemaahnya. Meski begitu, Farah membenarkan ada 24 calon anggota jemaah Ramadan yang memang urung berangkat ke Tanah Suci pada 17 Mei lalu. Dia beralasan My Jannah harus mencarikan tiket pesawat promo sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan calon anggota jemaah Ramadan itu.

Namun jumlah tiket promo untuk berangkat pada 17 Mei tak sampai 24 kursi. Sedangkan para calon tersebut harus terbang bersama dan tak bisa terpisah. Farah pun bercerita bahwa akhirnya karyawan My Jannah menemukan tiket promo untuk keberangkatan pada 29 Mei 2018.

Tapi muncul masalah baru, yakni hanya ada tiket berangkat untuk tanggal itu tapi tak ada tiket pulang. “Akhirnya kami hold (batalkan dan dicari lagi), biar ada tiket pergipulang,” ujar Farah, kemarin. Di sisi lain, dia melanjutkan, para calon peserta umrah tidak mau menunggu tiket promo, lalu memilih refund atau uang dikembalikan. My Jannah pun menyetujui.

Namun ada syarat pengembalian uang, yakni calon harus memberikan bukti kuitansi pembayaran dan surat refund. Menurut Farah, belum semua calon anggota jemaah yang menginginkan uangnya kembali memenuhi syarat administrasi tersebut. Karena itu, hanya 19 calon yang pada 8 September nanti akan menerima kembali uang umrah.

Ternyata tak hanya Syarah yang mengupayakan niat umrah sang ibu. Tri Kusuma Handayani juga melapor karena ibunya tak kunjung berangkat umrah sejak 9 April lalu, sehingga Tri pun meminta agar uang yang telah ia setor dikembalikan. Namun pemilik My Jannah lainnya, Gery Rama Mahfian, baru mentransfer uang Rp 2 juta dari total Rp 30 juta.

Tri kemudian mendatangi kantor My Jannah dan mendapati kantor telah kosong. “Dia (Gery) mengaku sudah bangkrut sejak bulan Maret 2017 dengan alasan karena memberikan bantuan kepada korban Abu Tour,” kata Tri.