Bongkar Dinding Sana-Sini Rumah pun Lebih Luas

Pada awalnya, rencana renovasi hanya untuk menambah jumlah kamar anak. Akhirnya, setelah didiskusikan lebih lanjut, Paul (47) dan Imelda Tambunan (47) memutuskan untuk merenovasi total rumahnya. Bukan sekadar gaya-gayaan atau buang-buang uang, Paul dan Imelda merasa ada banyak hal yang dirasa kurang nyaman dengan rumahnya ini. “Mungkin, karena terlalu banyak dinding masif, rumah jadi gelap dan sempit.

Makanya, kami memutuskan untuk merenovasi rumah secara keseluruhan,” ucap Imelda. Imelda pun kemudian mencari arsitek yang tepat untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Kebetulan, saudara Imelda yang tinggal berdekatan dengan rumahnya baru saja melakukan renovasi. Karena merasa hasilnya bagus, Imelda akhirnya menggunakan jasa arsitek yang sama, yaitu Yohanes Hanny Prihandoko, dari biro Hanny Rancang Bangun Abadi. Setelah berbincang dengan Hanny, Imelda makin yakin akan keputusannya untuk merenovasi.

Harus Adem Dan Terang

Kepada Hanny, Imelda mengutarakan apa yang ia inginkan. “Saya ingin rumah terlihat lebih luas, terang, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan lega,” ucapnya. Hanny pun meresponnya dengan membongkar beberapa dinding antarruang dan dinding pembatas yang berhubungan langsung dengan ruang luar. Khusus untuk ruang yang berhubungan langsung dengan ruang luar, beberapa dinding dibongkar dan diganti dengan jendela kaca.

Anda dapat melihatnya di dinding ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, dan kamar tidur. Perubahan ini membuat ruang jadi lebih terang, lega, dan sirkulasi udara di dalam ruang jadi lebih sehat. Penggunaan kaca ini tidak hanya di dinding pembatas antarruang dalam dan ruang luar, tetapi diterapkan di dinding antarruang dalam. Ini terlihat dari dinding yang menghubungkan antara kamar tidur dengan ruang di depan tangga yang terbuat dari kaca tembus pandang.

Kamar tidur yang awalnya sempit jadi terasa lebih luas dan cahaya yang masuk jadi lebih banyak sehingga tidak perlu lampu di siang hari. Ide ini termasuk unik dan menarik. Penggunaan kaca di kamar tidur anak sekaligus berfungsi mengawasi aktivitas anak. Untuk privasi, area ini bisa ditambahkan dengan gorden.

Ruang Makan Lebih Lega

Dari seluruh ruangan yang ada, ruang makan kini jadi favorit Imelda dan keluarga. Ini setelah dilakukan pembongkaran pada dinding yang posisinya di antara ruang makan dan lahan kosong. Setelah dinding dibongkar dan diganti dengan jendela kaca, Imelda memanfaatkan ruang kosong tersebut dengan membangun waterwall dan kolam ikan.

Selain ada pemandangan menarik yang bisa dinikmati penghuni rumah, suara gemercik air dari kolam ikan mungil ini memunculkan ketenangan di ruang makan. Indahnya ruang makan juga terlihat dari dindingnya. Batu palem putih pada dinding yang sebelumnya sudah ada, dibuat menjadi dinding ekspos. Cahaya dari langit-langit dapur yang masuk dari plafon bermaterialkan kaca sandblast, membuat batu alam ekspos semakin terlihat indah.

Melakukan renovasi membuat rumah yang telah dihuni Imelda dan keluarga sejak tahun 2001 terasa seperti baru lagi. Pemisah antarruang yang diganti dari dinding menjadi jendela kaca, membuat ruangan lebih luas. Sirkulasi udara juga jadi lebih lancar. Selain tidak perlu menyalakan AC di setiap ruang, rumah ini pun tidak memerlukan lampu untuk penerangan di siang hari. Selain nyaman dan lega, biaya listrik pun semakin hemat.

Selain membuat rumah terasa nyaman dan lega tentunya perlu ditambahkan sebuah genset sebagai sumber listrik alternatif ketika terjadi pemadaman dari PLN. Agar mendapatkan genset yang murah untuk rumah tangga bisa membelinya di toko distributor resmi genset silent 85 Kva di Surabaya. Karena disana memberikan harga diskon serta selalu ready stock sehingga pengiriman bisa cepat dilakukan.