Membina Start Up Agar Terus Berkembang

Membina Start Up Agar Terus Berkembang

Membina Start Up Agar Terus Berkembang – Tahun ini, Samsung menggelar Global Start up Acceleration Pro gram (GSAP) di Indonesia. Ini merupakan program pembinaan bagi mahasiswa maupun usia pekerja yang sedang merintis usaha atau startup kurang dari dua tahun. Bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), Samsung memberikan pembinaan kepada seluruh start-up terpilih agar dapat mengembangkan usaha rintisannya.

“Samsung hadir untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi ge nerasi muda agar usaha rintisannya lebih produktif. Ke giatan ini banyak menggunakan teknologi dan mendukung program pemerintah Indonesia untuk mewujudkan 1.000 startup digital pada 2020,” ujar Presiden Samsung Electronics Indonesia, Jae-Hoon Kwon, di Auditorium Fisipol UGM, Yogyakarta, Jumat pekan lalu.

GSAP diselenggarakan di empat negara, yakni India, Malaysia, Afrika Selatan, dan Indonesia. Dalam program ini, Samsung mengirimkan 32 orang karyawannya dari Korea sebagai relawan yang memberikan pem binaan selama lima hari dan merupakan bagian dari kegiatan employee volunteering program (EVP) alias aksi sosial tahunan dari karyawan Samsung.

Kwon menjelaskan, ahun ini merupakan ke tiga kalinya EVP beraksi di Indonesia. Dalam dua ke sempatan sebelumnya, mereka berfokus pada bi dang pendidikan untuk memperbaiki sekolah dan membangun ruang kelas pintar dengan teknologi beserta perangkat pen dukungnya. Kini, Kwon me lanjutkan, untuk pertama kalinya digelar dengan berfokus kepada start-up yang ingin mengembangkan usahanya.18 Program pembinaan ini di laksanakan pada 23-27 Juli 2018. Terdapat 150 proposal yang masuk. Proposal kemudian di seleksi menjadi 50 oleh tim inkubasi dari UGM.

Setelah itu, 50 proposal tersebut dikirim ke Korea untuk selanjutnya diseleksi oleh pihak Samsung. Akhirnya terpilih 23 start-up yang berhak mengikuti GSAP. Sebanyak 32 relawan kar yawan Samsung mendampingi 23 tim dengan 63 orang peserta yang berasal dari Jakarta, Medan, Bandung, Surakarta, Semarang, dan Yogyakarta. Dari 23 dipilih 12 untuk presentasi pada akhir acara.

Start-up yang melakukan presentasi adalah yang di pilih berdasarkan perkembangan selama pelatihan. Lalu, terakhir, dipilih tiga start-up terbaik untuk selanjutnya mengikuti kom petisi berskala AsiaPasifik. Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hari Sung kari, mengatakan, selain proses inovasi dari ide hingga menjadi produk yang mempunyai nilai, start-up juga perlu membangun tim pendiri yang berkomitmen.

Sehingga, kata dia, melalui Samsung GSAP, mereka dapat mengembangkan bisnis serta organisasi yang lebih baik dan berkembang. “Kami percaya GSAP dapat membantu start-up untuk membangun fondasi yang kuat, sehingga bisa membuka kesempatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan,” ucap Hari.

“Saya percaya start-up In donesia bisa bersaing di dunia. Caranya dengan berkolaborasi antarnegara, inkubator, dan mentor kelas internasional.” Vice President Cor porate Business and Cor porate Affairs Samsung Electronics Indonesia, Kang-Hyun Lee, mengatakan program Samsung, selain mendukung dan membantu start-up Indonesia, juga jadi pembelajaran bagi karyawan Samsung.

“GSAP sebetulnya salah satu program tahunan pertama yang digelar Samsung. Sebelumnya, kegiatan yang diselenggarakan adalah membuat kelas pintar di sekolah-sekolah. Kebetulan tahun ini programnya untuk start-up,” ucap Lee. UGM menyambut baik GSAP, seperti yang disampaikan oleh Direktur Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Hugo Utomo. “Indonesia memiliki generasi muda yang kreatif dan inovatif, terbukti sudah memiliki lebih dari tiga start-up yang menyandang unicorn. Jika dibina dengan baik, kita mampu melahirkan lebih banyak start-up dengan inovasi bisnis yang baru,” kata Hugo.