Tarif Tol Lebih Sederhana dan Lebih Murah

Tarif Tol Lebih Sederhana dan Lebih Murah

Jangan heran, jika mulai hari ini, Sabtu, truk bakal semakin semarak melintasi Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Soalnya, pemberlakuan tarif integrasi di jalan bebas hambatan itu menawarkan hitung-hitungan bisnis lebih menjanjikan ketimbang truk melewati jalan biasa. Mengacu rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembayaran tol JORR hanya sekali, meski melewati beberapa ruas. Tarif kendaraan Golongan I sebesar Rp 15.000 sedangkan Golongan II dan III sama-sama kena Rp 22.500. Tarif kendaraan Golongan IV dan V juga sama, yakni Rp 30.000. Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bidang Distribusi dan Logistik, Kyatmaja Lookman, mengatakan, tarif baru tol JORR berpotensi menguntungkan pengusaha truk.

Tergantung jarak, tapi semakin jauh jarak asal, maka angkanya semakin kecil, katanya kepada wartawan. Ambil contoh, truk dengan tujuan Tanjung Priok. Aptrindo menakar, ada potensi penghematan tarif tol sebesar 2% sampai 5%. Selain keuntungan tol lebih murah, pengusaha truk berpeluang menghemat waktu.


Menurut pengalaman Aptrindo selama ini, terdapat satu gerbang tol yang berdiri di tengah jalan. Lama antrean pembayaran di gerbang tol itu bisa memakan waktu lebih dari dua menit. Sementara pasca penerapan skema tarif JORR yang anyar, semestinya gerbang tol di tengah jalan tersebut tak lagi berfungsi.

Aptrindo memprediksikan, para pengusaha truk yang semula memilih jalan biasa demi menghemat biaya bakal mempertimbangkan untuk melewati tol. Ini bisa sekaligus mengurai kemacetan di jalan biasa. Beberapa kendaraan pribadi ada juga yang masuk tol untuk menghindari macet karena banyak truk di jalan nontol, ujar Lookman.

Pengaruhnya Tidak Banyak
Berbeda dengan Aptrindo, pengusaha jasa kurir seperti PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) tak melihat bakal ada dampak signifikan atas skema tarif baru JORR. Alasannya, lalu lintas kendaraan mereka tak terpusat hanya di JORR. Dibanding seluruh operasional JNE di Indonesia, armada mereka yang melintas Tol JORR tak seberapa. Apalagi, belakangan JNE semakin sering mengirimkan paket kiriman melalui jalur udara. Jadi, tidak terlalu pengaruh, tutur Muhammad Feriadi, Direktur Utama JNE.

Sementara dalam posisi sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), Feriadi belum bisa menakar efek tarif integrasi JORR lebih jauh. Pengusaha yang tergabung dalam Asperindo belum menentukan sikap apapun.